Fairy Tail 40

Pertarungan Terakhir Di Pulau Galuna


Lyon menebas perut bagian kanan Gray dengan pedang esnya.
"Itu sudah bukan Ull lagi ... Tapi cuma bongkahan es biasa"

Bruggghhh....
Gray rebah.
"Ka...kau....Su... Sudah ... Tahu ya??"
Gray menutupi darah yg keluar dari perutnya dengan tangan kirinya.

"Kau sendiri tak benar-benar serius mempercayainya kan? Bahwa Ull masih hidup ... Ayo, cepatlah dewasa Gray!!"

"Walau sudah tahu ... Ta ... Tapi kau tetap melakukannya ... Fuuhhh..."
Perlahan Gray mencoba untuk bangun.

Sementara itu, di tempat Natsu.
"Tunggu kau!! Hei, Topeng brengsek!! Bagaimana cara mengembalikannya seperti semula ... !?" Natsu terus mengejar Zardy.
Bats...
Zardy mengarahkan tangannya ke langit-langit tempat Natsu berdiri, seketika langit-langit itu runtuh.
"Yg kayak begini sih ... Nggak bakal mempan!!" Natsu menendang reruntuhan itu dengan tendangan apinya.
Sets ...
Zardy kembali menggerakan tangannya.
Tiba-tiba runtuhan tadi kembali menyatu.
"Eh?" Natsu bengong melihat langit-langit di atasnya kembali seperti semula.

"Seperti yg kau lihat ... Beginilah caranya mengembalikan reruntuhan ini seperti semula"
"Ap... Apa!? Sihir apa ini??" Natsu masih memandangi langit-langit di atasnya.

"Ini salah satu jenis dari Lost magic ... Sihir yg telah sirna dari catatan sejarah karena kekuatan dan efek sampingnya yg sangat dahsyat"
"Se...sejarah...??"
"Dragon Slayermu pun juga begitu"

BUMMM...
"Dia hilang...!!"
Zardy menghilang entah kemana.
"Ke mana dia...!? Brengsek ... !!"

Buakkk....
Sementara itu, Gray telah bangkit dan berhasil memukul Lyon.
"Apa...!? Tidak mungkin!! Kenapa kau masih bisa bergerak dengan luka seperti itu!!?"

"Sudah batasnya ..."
"Hah!?"
"Meski aku ingin menyelamatkanmu ... Tapi ini sudah sampai batasnya"

Krak... Krak... Krak....
Gray menyiapkan busur es dengan tiga anak panahnya.
Dumm... Dummm.... Dummmmm!! Tembakan Gray tepat mengenai sasaran.
Duaaakkk....
Tak cukup sampai situ, dengan cepat Gray menendang muka Lyon.
"Uaaagghh...."
Lyon terpental.
JBUAAAAK.....
Gray menendang tubuh Lyon.
Bak... Buk ... Bak ...
Jdakkkk ....
Gray terus menyerang Lyon.

"Agghh... Hah ... Aku yg hebat ini ... Sampai berdarah cuma karena orang seperti Gray .... Tak dapat di percaya"

"Ice make!! Snow Dragon!!!!" Lyon balik menyerang, Naga salju Lyon menghantam tubuh Gray, iapun terpental jauh.

"Tolong jangan buat aku menghabiskan energi sihirku dengan percuma ... Sebab setelah ini aku masih harus bertarung dengan Deliola" Lyon masih mampu berdiri.

"Tak akan kubiarkan ... Haaah "
"Mau melawan seperti apapun, sebentar lagi Deliola akan segera bangkit kembali ... Sudah tak ada yg bisa menghentikannya lagi"
"Aku pasti ... Akan menghentikannya ..." Gray kembali mencoba untuk bangun.

"Saat kau sedang mengerang kesakitan di sini sekarang ... Zardy sudah pergi untuk menyelesaikan Moon Drip, apa kau tahu itu??" Lyon membuka jubahnya.
"Jangan remehkan Natsu" Gray telah bangkit, pertarungan yg sengit segera dimulai.

"Sebentar lagi ya ..." Zardy telah berada di depan tubuh Deliola yg tersegel.
"Ketemu juga kau ..."
"!?" Zardy menghadap ke belakang.
"Pokoknya bakar saja dulu!!!" Natsu dengan tubuhnya yg diselimuti api berlari menghantam Zardy.
Batss ...
"Ho ho ho ... Tantangan yg sangat lucu sekali ya" Zardy berhasil menghindar.

"Tetapi, bagaimana kau bisa tau kalau aku ada di sini!?"
"Aku punya penciuman yg bagus lho ... Ngomong-ngomong baumu seperti parfum perempuan"
"Ho Ho Ho ... Aku ini ya ... Bagaimanapun caranya harus berhasil membuat Deliola bangkit kembali"
"Nyerah saja, itu mustahil"
"Wah?? Kenapa mustahil??"
"Gray akan mengalahkan orang itu ... Dan aku akan mengalahkan mu ... Dengan begitu, semuanya selesai...." ucap Natsu dengan percaya diri.


"Apa benar begitu'"

"Eh!!?? Ca... Cahayanya!!?" Cahaya Moon Drip telah mengenai es yg menyegel Deliola.
"Lalu ... Siapa yg mengadakan ritual upacaranya di atas!?"

Di atas, terlihat seseorang berwajah mirip singa sedang melakukan Ritual.

"Tapi kalau cuma sendiri, efek Moon Dripnya akan terlalu lemah ... Tapi sejujurnya, cahaya bulan yg harus dikumpulkan sudah cukup jumlahnya ... Selanjutnya, tinggal memberi pemicu saja ... Lihat ..."
"Uwooo.....!?"
Es yg menyegel Deliola perlahan mencair.
"Gawaat!! Es yg menutupi Deliola mulai mencair!! Sial!! Aku gagal!! Aku harus melakukan sesuatu pada orang yg ada di atas sana!!!"
Natsu berlari.

Brukkss....
"Uooogghh...." tanah yg dipijak Natsu roboh.

"Wah? Kau mau lari ya? Tapi aku tak akan membiarkannya ... Kau sudah melakukan kesalahan karena tadi mengejarku .... Salamander"

"Sial ..."

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Posting Komentar

Silahkan anda komentar di bawah ini. Saya harap
tidak memberikan komentar spam. Jika ada
komentar spam dengan sangat terpaksa akan
saya hapus.
Buat teman-teman yang ingin tukaran link dengan
blog ini saya persilahkan komentar di halaman
link exchange.
Update link akan saya usahakan 2 minggu sekali
setiap hari sabtu / minggu.
Terimakasih atas perhatiannya.