Love Story V

CHAPTER 5
HATI…
"Aduh….. kenapa harus turun hujan sih…!" gerutu Orihime saat dirinya sudah basah kuyup dihalte bis.
"Ini, onna!" seru Ulquiorra yang mencoba memperkeras suaranya ditengah gemuruh hujan.
"Eh? O-oh iya. terimakasih." Ucap Orihime yang mengambil segelas teh hangat yang diberikan Ulquiorra.
"Kau mau kemana? Restaurant?" Tanya Ulquiorra saat Orihime selesai meneguk perlahan tehnya.
"Iya. tapi sepertinya aku akan terlambat." Ucap Orihime.
"Owh… kalau begitu, mana yang lain?"
"Nel ada urusan dengan Nnoitra, Rukia sedang mengikuti lomba, Hisana sepertinya kerestauran bersama Byakuya." Terang Orihime yang sesekali meneguk tehnya yang mulai dingin.
"Ayo!" ajak Ulquiorra yang langsung menarik pergelangan tangan Orihime. Spontan Orihime ikut terbawa.
"Ma-mau kemana?" Tanya Orihime.
"Kau bilang mau kerestauran, bukan? Aku antar." Jawab Ulquiorra dingin dan datar. Membuat Orihime terpesona…
"Grimmjow? Mana Ulquiorra?" Tanya suara lembut yang berasal dari ibu Ulquiorra.
"Dia tadi mau kesini. Tapi entah kenapa belum sampai, budhe (?)" jawab Grimmjow.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita pulang. Kau bawa mobil bukan?"
"Iya, budhe… Grimmjow bawakan barangnya ya Budhe?"
"Terimakasih."
"Bawakan juga punyaku kucing biru." Ucap seorang pria bertubuh mungil.
"Eh… pakdhe. Nggih pakdhe…" ucap Grimmjow sok sopan.
"Bagus."
"Iya pakdhe. Tapi…"
"Tapi apa kucing biru?"
"Jangan panggil saya kucing biru tho pakdhe… sayakan orang Spanyol. Ndak pantes dikatain begitu… mending Grimmjow keren tho pakdhe…" ucap Grimmjow yang tiba-tiba medok.
"Ah! Kamu bisa saja. Hahahahahaha!" pakdhenya Grimmjow tertawa gaje…
"Nel? Bagaimana jawabanmu?" Tanya Nnoitra yang sekarang ditepi pantai ditemani sang surya mau tenggelam.
"Maaf…" Ucap Nel lirih.
"Aku mengerti. Ini semua memang salahku… aku yang seharusnya meminta maaf. Maaf." Ucap Nnoitra sok bijak.
"Terimakasih." Ucap Nel tersenyum dan bangkit dari posisi duduknya, diikuti Nnoitra.
"Kuantar kau pulang." Ucap Nnoitra.
"Baiklah."
"Te-terimakasih Ulquiorra. Kau sudah mau mengantarku." Ucap Orihime dan tersenyum.
"Sama-sama." Balas Ulquiorra.
"Kau tidak ikut kerestauran?" Tanya Orihime.
"Tidak. Terimakasih."
"Kalau begitu, aku turun."
"Tunggu!" cegah Ulquiorra dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Orihime.
Orihime kaget. Dia masih belum sadar. Dia ingin lepas, tapi tak bisa, ingin berhenti, tapi tak bisa, ingin mendorong Ulquiorra, juga tak bisa.
Ulquiorra masih pada posisinya mencium bibir manis Orihime. Entah mengapa dia bisa bertindak senekad itu.
Orihime dengan sekuat kemampuan yang ada mendorong Ulquiorra dan menarik nafas dalam-dalam karena kehabisan oksigen. Begitu pula Ulquiorra.
"Ulquiorra… ke-kenapa?" Tanya Orihime yang wajahnya sudah semerah apel.
"Aku menyukaimu." Jawa Ulquiorra dengan cepat dan tegas. Mata emeraldnya menatap mata abu-abu Orihime sekarang.
"Ha? Apa kau bilang?" Tanya Orihime memastikan bahwa telinganya tidak salah dengar.
"Aku menyukaimu, onna!" suaranya meningkat 2 level.
"Ulquiorra… itu first kiss ku lho… kau merebutnya!" ucap Orihime dengan gajenya yang membuat Ulquiorra sweatdrop.
"Onna, aku menyukaimu. Maukah kau bersamaku?" Tanya Ulquiorra spontan.
"Ulqui-"
"Jawab!
"I-iya…"
"Bagus!"
"Lho? Aku kaget! Kok?"
"Jangan banya bicara! Kau sudah katakan iya!"
"Itu pemaksaan!"
"Biarin!"
"Ta-tapi! Aku belum-" belum sempat Orihime menyelesaikan kata-katanya, Ulquiorra langsung mencium bibir Orihime kembali.
"Status kita sekarang adalah berpacaran." Ucap Ulquiorra lembut tepat ditelinganya yang membuat jangtung Orihime berdetak sangat cepat. Selesai mengatakan itu, Ulquiorra kembali mencium gadis dihadapannya yang masih cengo.
"Mengerti?" Tanya Ulquiorra yang telah selesai mencium Orihime.
"3 kali…"
"Apanya?"
"kau mencium bibirku 3 kali!" teriak Orihime.
"Lalu?"
"Aaaaaarrrggghhhhh!" teriak Orihime frustasi.
"Kau kan sudah jadi milikku."
"Kapan aku mengatakannya?"
"Kapan-kapan. Sudahlah! Kau turun dan bekerjalah yang giat. Besok pagi aku jemput kau diapartementmu yang mini itu."
"Apa kau bilang? Apartement mini?"
"Turun! Atau kau ingin ikut aku keistanaku?"
"Gila!" mendengarnya, Orihime merinding sendiri dan langsung turun.
'Aku berpacaran dengan seorang Ulquiorra Schiffer? F4? Mimpi apa aku semalam?' pikir Orihime yang ternyata malah kegirangan.
"Ulquiorra! Akhirnya kau pulang, nak…" sambut ibu Ulquiorra yang rambutnya dicepol.
"Bunda? Kau sudah pulang?" Tanya Ulquiorra.
"Kalau bunda disini, artinya bunda sudah pulang dong, sayang…" gurau ibu Ulquiorra.
"Momo! Jangan terlalu mesra pada Ulquiorra!" seru bapak Ulquiorra dengan dingin.
"Ayah…" ucap Ulquiorra menyapa.
"Shiro-chan… kau ini egois ah!" protes ibu Ulquiorra yang ternyata adalah Momo Hinamori.
"Biarin." Cuek bapaknya Ulquiorra yang ternyata Toushiro Hitsugaya.
"Pakdhe iki wagu…" Grimmjow tiba-tiba nongol pake bahasa Jawa.
"Rame lagi deh~" keluh Ulquiorra.
"Cie cie cie~ yang baru jadian nih ye~" ledek beberapa siswa maupun siswi yang melihat kedatangan Ulquiorra dengan Orihime.
"Hehehe…" Orihime hanya tertawa gaje.
"Duduklah didekatku." Ucap Ulquiorra.
"Kau ini! Hanya bisa mengatur saja!" protes Orihime.
"Atau kau mau kucium lagi?" bisik Ulquiorra.
"Ti-tidak! Terimakasih! Hahaha! Baiklah baiklah…" tolak Orihime.
"Menyebalkan! Ulquiorra sudah memilih Orihime! Tidak bisa kubiarkan!"
"Benar! Ayo kita kerjai si Orihime itu!"
"Kalau Ulquiorra mengetahuinya?"
"Biarkan saja! Ulquiorra itu hanya milik Hallibel seorang!"

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Posting Komentar

Silahkan anda komentar di bawah ini. Saya harap
tidak memberikan komentar spam. Jika ada
komentar spam dengan sangat terpaksa akan
saya hapus.
Buat teman-teman yang ingin tukaran link dengan
blog ini saya persilahkan komentar di halaman
link exchange.
Update link akan saya usahakan 2 minggu sekali
setiap hari sabtu / minggu.
Terimakasih atas perhatiannya.